Tips Mendeteksi Penyakit dengan Mengamati Jari Kuku | Buku Catatan si Ugi

Kesehatan memang bukanlah suatu hal yang boleh diremehkan. Dalam kondisi sehat dan prima, manusia cenderung lupa menjaga tubuh agar tetap sehat dan bugar, entah itu terlalu sibuk atau bisa jadi memang malas. Namun saat kondisi badan sedang sakit dan cara kerja organ tubuh tidak berjalan dengan normal, barulah disadari bahwa betapa pentingnya menjaga kesehatan dan ternyata mahal sekali harga yang harus dibayar agar tubuh dapat kembali sembuh.
Berikut ini ada sebuah Tips untuk mendeteksi penyakit dengan melihat Kondisi Jari Kuku. Suatu cara mendeteksi penyakit yang cukup murah namun efektif dan diakui secara medis.
Tips ini juga mungkin bisa jadi salah satu alternatif untuk mengetahui kemungkinan penyakit apa yang sedang berproses dalam tubuh, sebelum Anda memutuskan untuk berkunjung ke dokter.


Teknik mendiagnosis penyakit kini semakin beragam. Deteksi penyakit anda dengan melihat kejanggalan kuku  ini juga sebetulnya cara lama. Selain lewat pemeriksaan darah, feses, dan air seni, penyakit juga dapat dideteksi lewat mata, lidah, bahkan kuku. Penafsiran penyakit lewat kuku ini sebenarnya sudah dialakukan orang sejak zaman Hippocrates.
Fungsi utama kuku adalah melindungi ujung jari yang lembut dan penuh urat saraf, serta mempertinggi daya sentuh. Secara kimia, kuku sama dengan rambut yang antara lain terbentuk dari keratin protein yang kaya akan sulfur .

Kuku tumbuh dari sel mirip gel lembut yang mati, mengeras, dan kemudian terbentuk saat mulai tumbuh keluar dari ujung jari. Kulit pada pangkal kuku berfunsi melindungi dari kotoran.

Nutrisi yang baik sangat penting bagi pertumbuhan kuku. Sebaliknya, kalau kekurangan gizi atau menderita anoreksia nervosa, pertumbuhan kuku sangat lamban dan rapuh.


 Deteksi Penyakit Melalui Kuku

Setiap orang memiliki tipe kuku yang berbeda, mulai dari tekstur, warna hingga kekuatannya. Dan setiap jenis kuku memiliki arti tersendiri, terutama dalam kaitannya dengan jenis penyakit.

Garis pada kuku
Ketika sebuah garis kecil muncul secara vertikal atau horizontal pada kuku, jangan panik karena itu adalah salah satu tanda penuaan pada seseorang. Bisa jadi juga itu hasil luka, infeksi jamur atau penyakit kulit seperti psoriasis.

Namun waspadalah bagi mereka yang tidak memiliki kemungkinan-kemungkinan itu, karena bisa jadi garis itu adalah tanda penyakit yang berhubungan dengan pernafasan, kurang nutrisi atau keracunan arsenik atau bahkan serangan jantung.

“Tanda garis di permukaan kuku sebenarnya normal, tapi jika warnanya sudah kuning, garisnya menebal, kaku dan rapuh, itu pertanda yang tidak baik,” ujar Susan Van Houten RN.

Warna yang pucat
Kuku yang berwarna pucat adalah indikator kurangnya nutrisi, anemia dan kekurangan besi serta vitamin dan mineral lainnya. Ibu hamil cenderung memiliki kuku yang berwarna pucat dan sebaiknya memeriksakan rutin ke dokter.

Kuku putih atau kuku bernoda putih
Sedikit bintik atau noda putih menurut Van Houten adalah hal yang normal dan bisa hilang dalam beberapa hari atau minggu, tapi jika hampir seluruh permukaan kuku dipenuhi noda putih, itu adalah gejala White Nail Syndrome atau leukonychia yang merupakan pertanda masalah serius.

Berdasarkan National Library of Medicine, sindrom tersebut merupakan pertanda penyakit jantung, gagal ginjal, radang paru atau terjadinya hypoalbuminemia yaitu kondisi darah pada orang anemia.

Kuku coklat
Orang yang memiliki kulit gelap cenderung memiliki kuku coklat, tapi bagi mereka yang berkulit terang tapi memiliki kuku coklat, waspadalah karena itu adalah pertanda kurang gizi, efek samping obat, atau bahkan melanoma yang menyebabkan kanker kulit.

Bentuk kuku berubah
Jika Anda perhatikan kuku penderita paru-paru, liver atau tiroid, Anda mungkin akan menemukan ujung jari dan kuku yang membengkak dan menonjol. “Kukunya membentuk kurva dan lebih licin dan berkilat dari orang lain umumnya,” Van Houten.

Kuku kebiru-biruan
Efek samping medis bisa jadi penyebab kuku kebiru-biruan, tapi kurang oksigen dalam sistem metabolisme tubuh juga bisa memicu hal itu. Orang-orang dengan asma, anemia, kedinginan, dan penyakit shock umumnya mempunyai kuku kebiru-biruan.

Kuku kuning
Permukaan kuku yang berwarna kuning adalah tanda dari kebiasaan merokok. Namun jika Anda tidak punya kebiasaan merokok, warna itu mungkin muncul karena penyakit kanker dan paru-paru yang kronis.

Warna biru pada pangkal 
kuku menandakan kurang baiknya sirkulasi darah dan merupakan gejala penyakit jantung.

Bila separuh bagian dekat ujung kuku berwarna merah muda atau coklat sementara kulit ari berwarna putih itu merupakan gejala penyakit gagal ginjal kronis.

Bila timbul kerutan horizontal dan kuku tampak kusam,
itu menandakan kurang gizi atau gejala suatu penyakit seperti campak, cacar air, gondok, jantung serta kondisi seperti syndrome Reynaud ( kejang pada urat jari tangan dan kaki akibat sangat kedinginan )

Lapisan merah membujur pada kuku,
menandakan pendarahan pada pembuluh kapiler. Garis-garis ganda merupakan gejala penyakit darah tinggi.

Bila pertumbuhan kuku tampak lambat, tebal dan mengeras serta kekuning-kuningan,
menandakan gangguan getah bening atau penyakit pencernaan kronis.

Timbulnya bintik-bintik tak beraturan pada kuku,
menandakan adanya penyakit psoriasis ( penyakit kulit kronis ).

Dan bila lengkungan berlebihan pada pangkal kuku dan sekitar ujung kuku,
itu menandakan gejala penyakit TBC, emfisema ( gangguan pada paru-paru ), penyakit kardiovaskuler atau penyakit hati.

Ada banyak lagi penyakit yang dapat dikenali lewat kuku, periksakan keganjilan dan ketidaknormalan yang Anda temukan pada kuku dan tanyakan pada ahlinya sebelum sesuatu yang buruk menimpa Anda.




0 komentar:

Post a Comment



Catatan :

Untuk menyisipkan gambar kedalam komentar, gunakan tag : [img]URL_Gambar[/img]
atau <i rel="image">URL_Gambar</i>
Untuk Video Youtube : [youtube]URL_Video[/youtube]
atau <i rel="youtube">URL_Video</i>
Untuk "Kutipan", gunakan : [blockquote]Kutipan_Anda[/blockquote]
atau <b rel="quote">Kutipan_Anda</b>
Untuk menyisipkan Kode: [code]KODE[/code]
atau <i rel="code">KODE</i>
atau <i rel="pre">KODE</i>
Dan untuk menyisipkan smiles/ emoticon, lihat kode Emoticon







 

Anda sudah mengaktifkan penyaringan konten ( AdBlocker di Aktifkan )

Mohon maaf untuk sementara Anda tidak dapat melihat halaman ini, silahkan kembali lagi setelah Anda menonaktifkan filter yang Anda gunakan. Abaikan